mau buat artikel cara melukis kaos, tapi belum siap bahan-bahannya. lagi sibuk ngerjain order, buanyak banget. ini lebih simple pengerjaannya nggak pake airbrush, cukup kuas saja. plus bisa gambarlah minimal. ada juga beberapa alat tambahan, sebagai pengerjaan awal sebelum melukis.
hmmmm….. duit lagi nih…….
banyak sebenarnya yang bisa kita lakukan dengan cat acrylic, asal tahu penggunaannya, karena cat acrylic mampu nempel di berbagai media. seperti tempo hari saya buat artikelnya. kalo di turuti bisa banyak buka lapangan kerja baru, yang penting konsep produknya bisa dipergunakan bagi kalangan menengah ke bawah. tidak seperti halnya cat lukis lain yang hanya terbatas pada media tertentu.
so, mengapa kamu bingung, banyak yang bisa kita lakukan kok, yang penting berpikir, bekerja keras, dan juga mencari-cari ide baru.
saya saja yang nggak pernah ngelukis kanvas, dulu… dulu saya pernah itu 17 belas tahun yang lalu, waktu masih STM saya suka di kasih order sama teman2 ngelukis portrait, itu juga oil (minyak) catnya.
saya ngelukis kanvas ini sekitar 2 bulan deh, e portrait lagi..
ssssstttt…… padahal menurut informasi ngelukis portrait pada cat acrylic itu sangat sulit, itu kata para pelukis yang sudah kapalan megang kuas, saya searching di google, cari kesana-kemari lukisan portrait akrilik (tapi yang agak realism ya). itu nggak ada yang memuaskan saya.
akhirnya berkat rahmat Allah SWT, saya temukan juga selahnya + tekniknya. (saya nggak main cat tipis ya) standarlah yang di sarankan oleh pembuat/pabrikan catnya 25% air. (karena sebelum mulai saya sudah lahap habis buku teori cat akrilik keluaran salah satu merk produk cat tersebut).
dan saya juga pernah kerja di sablon (screen printing) special oil base media besar dengan dengan gambar (sparasi) istilahnya. kalo kamu pernah liat cover ban, banner (PVC), standing board (stiker vinyl) uk (100x75cm),dengan sparasi gambar (bukan blok) itu kerjaan kami. screennya paling kecil 100 x 80 cm paling besar 200 x 100 cm, dengan raster 150s yellow, bahkan saya pernah pakai yang 185s yellow, bahkan yang terhalus 200s yellow, pernah juga sayang barangnya harus import itu dengan bahan sutera. dot yang kami gunakan itu kisaran 45 s/d 80, kalo yang ngerti sablon pasti faham.
kalau anda belum nyoba silahkan dicoba untuk membuktikannya. di media yang besar kalo di sepatu itu mudah karena kecil (walaupun sebagian mengatakan sulit karena kecil melukis portrait),
jadilah seorang pelukis yang mahir menggunakan alatnya terlebih dahulu, baru mengekplorasi imajinasi/pikiran yang akan dituangkan ke atas kanvas. pelukis yang sukses buat saya adalah apabila karyanya itu bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, kebanyakan dari kita kan melihat lukisan seperti melihat gunung, wajah ganteng, binatang bentuk yang terlihat oleh mata, bisa dirasakan kehadirannya.
saya suka bertanya pada isteri saya: bagus nggak nih? kalo dia kurang suka langsung di jawab “kurang mirip” (kalo gambar portrait), tapi alhamdulillah setelah melihat lukisan “my lovely iffah”. dia terdiam lama (mungkin sedang cari yang kurang) eh bener…. dia bilang “bulu matanya kurang lentik”.
alhamdulillah kawan2 di komunitas online banyak yang muji saya (padahal saya mengharapkan kritikan) pada tataran portrait tentunya. berbagai pujian diantaranya:
“Very nice and juicy”
“Great job on the shoes. Keep up the good work”
“what a unique and lovely form of art!”
“Fascinating!”
“I LIKE THIS A LOT”
“Wow you have talent. This is another lovely painting”
“Adorable. Well done” (ini artinya kalo nggak salah patut di puji)
wah banyak deh..
padahal kalo mereka tahu! saya baru melukis kemarin loh.
ya itulah pada dasarnya setiap kita seniman (kata orang jogya di fb), tinggal gimana kita.
apalagi sekarang sudah banyak pilihan gaya/style, macam penggunaan tidak terbatas pada media tertentu, jadi sesuaikan saja dengan gaya yang kamu bisa dan untuk siapa ini diperuntukkan.
jadi ngelantur ya,, nanti deh pembahasan cara melukis kaosnya. kalo saya sudah ada sample.