HAKIKAT HIDUP


“Manusia terbaik adalah yang paling
Bermanfaat bagi manusia yang lain”
-Hadis-

Alkisah, seorang presiden direktur perusahaan nasional berlibur disebuah pantai. Suatu sore, saat ia berjalan-jalan menikmati pemandangan pantai yang indah seorang diri, sorot matanya menatap seorang pemuda berpakaian compang-camping yang sedang duduk-duduk bermalas-malasan di atas balai-balai bambu di pinggir pantai.
Sang presdir sudah terbiasa bekerja keras sejak muda merasa terusik oleh apa yang dilakukan pemuda itu. Pikirnya, jika para pemuda bangsa ini kerjanya hanya tidur-tiduran dan bermalas-malasan seperti itu, bagaimana mungkin negara ini bisa maju? Ia pun segera menghampiri pemuda itu dan bertanya,”Nak, sedang apa engkau?
Pemuda tersebut menoleh dan bahkan balik bertanya,”apakah anda tak melihat saya sedang tidur-tiduran?”
Meskipun kegeraman menyelimuti hati sang presdir, ia berusaha menahan diri. Pikirnya, mungkin pemuda ini belum mengerti HAKIKAT HIDUP yang harus dijalani oleh manusia. Sang presdir yang merasa telah mengecap setumpuk asam garam kehidupan pun merasa terpanggil untuk menyadarkannya dengan bertanya,”Nak, apa kau tidak bekerja?”
“untuk apa?”tanya pemuda itu kembali bertanya.
“ya supaya engkau mendapatkan uang,”jelas sang presdir menahan kesal.
“untuk apa?”tanya sipemuda lagi.
“ya supaya engkau bisa membeli benda-benda yang kau butuhkan; supaya kau bisa punya rumah dan tabungan; supaya setelah tua nanti kau bisa menikmati hidup dan tidur-tiduran dan bermalas-malasan seperti yang kau lakukan sekarang ini!”papar sang presdir sambil menahan amarah yang meletup-letup didadanya.
“Oh, iya?lantas, apa anda tak melihat apa yang sedang saya lakukan?”balas si pemuda.

Anda mungkin pernah mendengar cerita yang menggelitik ini. Saya dapat sumbernya dari buku berjudul “The Balance ways” karya M. K. Sutrisna Suryadilaga. Tapi kata beliau beliau tidak tahu sumber aslinya.
Kalau anda disuruh memilih, pendapat siapakah yang lebih tepat, sang presdir atau pemuda?
Saya akan mengajukan pertanyaan kepada anda. Sebenarnya apa sih yang dimaksud Hakikat Hidup?
Kalau kita perhatikan tumbuhan dan hewan yang sama-sama makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT, apakah sama antara manusia dengan makhluk tersebut.
Jadi bagaimana kita memaknai Hakikat Hidup kita sebagai manusia?
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka edisi tahun 2001, hakikat dapat diartikan sebagai intisari atau dasar. Sementara hidup diartikan sebagai masih terus ada; bergerak; bekerja sebagaimana seharusnya.
Jika mengacu pada pengertian tersebut, kita dapat menyebut intisari dari hidup setidaknya ada tiga. Manusia itu hidup jika ia “ada”(exist), jika ia bergerak (moving), dan jika ia bekerja dengan benar (memiliki makna dan tujuan).
1. HIDUP ADALAH EKSIS?
2. HIDUP ADALAH GERAK?
3. HIDUP ADALAH BERMAKNA?

2 thoughts on “HAKIKAT HIDUP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s