sikap mental


suatu hari disebuah restoran ada seorang anak penjaja kue menawarkan dgangannya kepada seorang anak muda didekatnya.
“bang beli kuenya, bang?
“oh maaf saya mau makan direstoran ini saja, “ucap seorang pemuda kepada anak penjaja kue tadi.
si anak penjaja kue hanya terdiam sambil menatap pemuda tadi masuk ke dalam restoran, ia menunggu di halaman depan sambil menjaja kan kue kepada orang yang lalu lalang di depan restoran tersebut.
hingga sekian waktu yang tak dapat diprediksi secara tepat, sipemuda tadi keluar restoran dengan wajah tersenyum puas (mungkin udah kenyang kali).
si anak penjaja kue yang sedari tadi menunggu kemudian menghampiri sipemuda tadi dengan harapan kue yang dijajakannya dibeli oleh sipemuda itu.
“bang kue ya bang ayolah bang enak loh kue buatan ibu saya ini”, iba si anak penjaja kue.
“wah abang sudah kenyang sekali, dek!” cuek aja ah, anak kecil ini gumannya.
tapi sianak penjaja kue ini tidak berputus asa terus menawarkan kue tersebut hingga sampai kepelataran parkir tempat sipemuda memarkirkan mobilnya. seraya berkata, oke ! katanya sipemuda tadi mengambil dompet dari saku celana belakangnya kemudian mengambil uang yang kemudian memberikan kepada si anak penjaja kue sambil berkata,”nih kamu ambil sebagai sedekah dari saya!”. sipemuda menjulurkan tangannya kepada si anak penjaja kue tersebut.
kemudian di ambilnya uang tersebut kemudian di berpaling menuju seorang pengemis di dekat pelataran parkir tersebut. si pemuda sempat berkata dalam hati kurang ajar diaksih nggak bilang terima kasih sambil memperhatikan si anak tadi berlari ke arah pengemis yang duduk disekitar pelataran parkir yang kemudian si anak penjaja kue memberikan semua uang pemberian pemuda tadi ke pengemis tersebut. melihat hal demikian sipemuda tadi semakin marah. kemudian dia tidak jadi masuk kedalam mobilnya tapi berjalan menghampiri si anak penjaja kue seraya memanggilnya. “hey, nak sini kamu!, ujar sipemuda tadi dengan geram. kemudian si anak pejaja kue menghampiri pemuda tersebut. “ada apa bang?”, kata si anak penjaja kue.
“kenapa uang yang saya berikan kamu berikan kepada pengemis itu kamu kan berjualan untuk mendapatkan uang!” ujarnya.
“maaf bang, kue dagangan ini adalah buatan ibu saya, sebelum menjajakan dagangan ini ibu saya selalu berpesan agar tidak menerima pemberian dari orang tanpa bekerja keras untuk mendapatkannya, kalau ibu saya tahu betapa kecewanya beliau apabila uang yang saya peroleh berasal dari pemberian tanpa harus bekerja”, katanya
sipemuda tadi hanya terpaku dan menggangukan kepala tanda mengerti kemudian dia berkata,”ada berapa banyak kue yang ada dikeranjang daganganmu biar saya borong buat oleh-oleh di rumah”. katanya dengan suara berat, “hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
senang sekali si anak penjaja kue dagangannya di borong oleh sipemuda itu.

sikap mental kerja keras yang tidak mengharapkan belas kasihan orang lain merupakan cikal bakal menuju kesuksesan.

salam dashyat!
terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s