Bangun Kota Depok


Sketching
Nama saya handoko aji, sudah hampir 34 tahun saya tinggal di sini “kota administrative Depok”. Dari Sekolah Dasar sampai dengan lulus kuliah saya besar didepok. Depok yang saya tinggali dahulu dengan sekarang mengalami perubahan yang sangat menakjubkan. Karena depok merupakan tempatnya para urban untuk bekerja di Jakarta, yang menyebabkan kota depok semakin ramai dan dipadati penduduk pendatang. Sudah begitu depok pada saat itu sangat nyaman untuk di tinggali masih asri banyak pepohonan dipinggiran jalan bahkan pohon belimbing yang menjadi ikon kota depok hampir ada disetiap halaman depan rumah-rumah penduduk.
Depok yang dulunya kata Bapak saya “tempatnya jin buang anak”, sekarang sudah menjadi “tempatnya pemakai jin membuat anak”.

depok di waktu pagi orang berkendara menuju jakarta
Akhirnya sepi itu hilang
Depok tempat tinggalnya orang yang bekerja di Jakarta ribuan kendaran setiap paginya meluncur keluar menuju Jakarta. Makanya sepi kalau di siang hari aktifitas bisnis di kota depok sendiri baru ramai pada hari-hari libur. Tapi seiringnya waktu sepi itu hilang karena makin banyaknya penduduk depok dari kaum urban sampai sekarang sudah masuk kepada generasi ketiga kaum urban yang pertama-tama singgah di kota depok. Tapi itu merupakan berkah sendiri bagi para usahawan yang berusaha didepok, apalagi rencana PemKot Depok akan membangun jalan tol Jakarta-depok semakin ramai lah aktifitas bisnis di kota depok karena setahu saya para pengusaha enggan menuju ke Kota Depok karena nggak ada jalan tercepat. Semoga pembangunan jalan tol itu segera terealisasi sehingga generasi ke-2 atau ke-3 tak perlu lagi mencari makan di Jakarta.
Bangun Kota Depok
Setelah lulus sekolah biasanya para lulusan mencari kerja ke Jakarta karena di depok sendiri kurang sekali lowongan pekerjaan yang ada. Begitu pula saya hampir 10 tahun saya bekerja di Jakarta malang melintang mencari pengalaman. Akhirnya saya kembali ke Depok dengan bekal pengalaman itulah saya akan membuat bangga Kota Depok supaya dikenal luas sampai mancanegara. Mari warga Depok back to Depok banyak pekerjaan yang bisa kita buat di daerah kita ini. Dengan bekal kreatifitas dan keuletan para kaum urban saya rasa Depok akan menjadi kota ke-2 terbesar setelah Jakarta.
Ketersediaan sarana dan prasarana
Mall dan apartemen
Sepanjang jalan margonda ada sekitar 5 mall baik yang besar maupun kecil dan apartemen mulai dibangun untuk memenuhi ketersediaan hunian bagi warga depok yang tidak ingin terlalu jauh menuju Jakarta dan lebih dekat sarana penujang disekitarnya.
Tempat Belajar
Ada banyak sekolahan baik negeri maupun swasta di kota depok tersebar hampir merata, jadi tak perlu lagi harus ke Jakarta untuk menimba ilmu.
Taman Bermain
Ketersediaan Taman bermain bagi anak-anak merupakan kebutuhan yang penting untuk perkebangan sosialnya beruntung depok punya beberapa taman bermain yang menyediakan arena bermain seperti: ayunan, perosotan dan unjagan namun keberadaannya tidak terawat baik, banyak yang sudah rusak. Seharusnya pihak pemkot memelihara taman bermain ini, selain tak mengeluarkan biaya tempatnya juga tidak terlalu jauh.

Transportasi
Untuk urusan transportasi ini bersinggungan pada Jakarta. Namun depok mempunyai jalur kereta listrik dan bus antar kota sudah tersedia. Dan yang luarbiasanya kendaraan pribadi jumlahnya makin buanyak, sampai-sampai pada hari-hari tertentu terlihat kepadatan.
Masyarakat yang religi
Hampir dipastikan begitu banyak rumah ibadah terutamanya masjid karena mayoritas penduduk kota depok beragama islam. Di wilayah perumnas saja tiap blok pasti ada sebuah mushalla atau masjid. Kebetulan saya waktu remaja aktif dikegiatan ta’lim remaja banyak sekali kumpulan remaja-remaja masjid.
MTR Al Mujahidin RW. 010 th. 1990

hari kemerdekaan tahun1980-an

generasi ke-3 kaum urban

menjadikan kota depok menjadi tempat yang layak untuk ditinggali merupakan kewajiban kita semua untuk mewujudkannya.

One thought on “Bangun Kota Depok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s