Belajar dari Tiga Bidang Ilmu


“aku belajar seni bukan untuk jadi seniman, aku belajar agama bukan karena ingin jadi agamawan, aku belajar ilmu pengetahuan bukan karena ingin jadi ilmuwan, Tapi! aku belajar seni agar hidup jadi indah, aku belajar agama agar hidup jadi terarah, aku belajar ilmu pengetahuan agar hidup jadi mudah”, inilah tiga hal yang akan saya terus belajar darinya hingga maut menjemput.

Seni buat saya kebutuhan yang dari kecil tidak bisa saya lupakan hingga sekarang, seni bukanlah bakat, buat saya seni sama dengan bidang-bidang ilmu lain yang harus di pelajari, diolah dan terus dikembangkan. Karena seni dapat meningkatkan inteligency pada bagian otak kanan saya. dengan seni segala imajinasi bisa tertangkap dengan mudah.

Agama, Bidang ilmu yang memang sudah mulai di ajarkan oleh orang tua saya sejak kecil mulai dari TK hingga sekarang saya terus belajar pada bidang ilmu yang satu ini. Agama merupakan arahan bagi kedua belah otak kanan saya untuk mengambil keputusan, dimana saya harus empati dimana saya harus keras pada hal-hal yang prinsip yang telah diatur dalam agama. mana seni yang baik mana seni yang buruk, mana ilmu pengetahuan yang bermanfaat mana ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat. Karena dalam Agama diperlukan dua kecerdasan sekaligus kecerdasan yang berada pada otak kiri dan yang berada pada otak kanan.

Ilmu Pengetahuan, Mulai dipelajari ketika saya masuk Sekolah Dasar dari mengenal huruf hingga berhitung, kebanyakan menggunakan otak kiri dalam memahaminya. Dan hingga sekarang saya terus belajar darinya.

Percayalah dengan mempelajari ketiga bidang ilmu ini, otak anda tidak akan pernah lelah, pusing atau merasa capek, justru kebalikannya anda semakin termotivasi terus menerus dan anda akan merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar darinya.

Handoko Aji

 

2 thoughts on “Belajar dari Tiga Bidang Ilmu

  1. aliran konvergensi dari Sclovenhouwer,bahwa bakat alam tidak cukup tapi harus diikuti dengan pengetahuan,jadi betul, bahwa seni =intuitif positip untuk diekspresikan dalam bentuk cipta,rasa dan karsa, hasilnya budaya manusia,trims!

    Suka

  2. alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa beserta isinta merespon insan yang bertakwa
    untuk berhumanisme,maka dengan akal, rasa, dan kharsa sebetulnya mudah apabila kita menyatukan diri secara sinergis dari potensi diri manusia, Tuhan bersama kita,contohnya apabila kita sepakat bahwa orang yang hati-hati pasti selamat walaupun lambat, kata “hati-hati” adalah kumpulan tenaga yang sinergis, Tuhan pasti melindungi orang yang bertindak dengan bijaksana. Buktikan secara nyata,umpama kita membuat rumah anti gempa dari bahan jerami padi dan rotan yang elastis, orang bilang,..kok repot-repot banget, semua itu bisa apabila kita berpikir dengan bijaksana.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s