Menunggu meledak


“Menunggu meledak” (extreme laverage)
Media : akrilik, cat air dan kolase
Ukuran : 150 x 90 cm
Gaya : impressionist surrealism
Harga : tidak dijual

image

Sama dengan gaya lukisan-lukisan saya terdahulu kali ini saya mengangkat tema tentang “hutang”
Untuk mengembangkan suatu usaha maka dibutuhkan modal kerja. Modal kerja diperoleh melalui asset (modal sendiri) dan investasi dari pihak lain. Jika modal kerja tidak mencukupi maka harus ada tambahan dari pihak ketiga, cara tercepat dan mudah adalah dengan berhutang pada bank (pihak ketiga), karena bank bergerak dalam jasa keuangan. Bahkan menurut modigliani & miller bahwa penggunaan hutang akan selalu menguntungkan apabila dibandingkan penggunaan modal sendiri, karena pihak perbankan dalam menetapkan acuan tingkat suku bunga berdasarkan acuan perubahan dan berbagai persoalan dalam perekonomian suatu negara.
Namum hutang menurut seorang analis senior pada Dun & Bradsreet’s analitic service, bila hutang dikelola dengan baik, hutang dapat sangat bermanfaat, karena cara yang baik untuk menjadikan uang bekerja untuk anda. Meskipun demikian hutang yang berlebih dapat merusak usaha/bisnis. Terlalu besarnya hutang atau kebijakan hutang tanpa kontrol ternyata banyak menenggelamkan banyak perusahaan bahkan yang lebih mengerikan jika terjadi pada suatu negara. Maka banyak analis konsultan keuangan memberi advise kepada para pebisnis agar dalam tindakan keputusan berhutang tersebut haruslah menyeimbangkan asset dan jumlah hutang yang akan dilakukan (tindakan yang tepat adalah menyeimbangkan). Rasio yang dipakai adalah 60:40. 60 adalah aset, 40 adalah hutang. Jika berada pada kisaran itu dianggap aman, jika melebihi maka dianggap extreme laverage. Suatu perusahaan/negara dengan posisi extreme laverage akan rentan sekali diambang kebangkrutan, karena gagal bayar (risk default), terjadi kredit macet (bad debt case), dan jika tidak ada penyelesaian secara kongkrit akan mengarah kepada pailit (bankrupcy).

Bagaimana dengan posisi indonesia pada saat ini

Berdasarkan hasil penulusuran yang saya lakukan (Internet baik media online dan kemenkeu) pada tahun 2014 Total asset Indonesia adalah sebesar 1.949 trilyun, sementara total hutang tahun 2014 sebesar Rp. 3.042 Trilyun Kurs Rp. 11.300 Rasionya adalah 31% : 69%, 31% merupakan total asset sementara 69% adalah hutang, ini sudah menggambarkan rasio hutang Negara Indonesia dalam situasi tidak aman, dan rasio hutang yang berbahaya adalah pada rasio 80% s/d 90% (extreme laverage), banyak dinegara-negara maju sudah mencapai di atas extreme laverage. Mudah-mudahan data ini tidak sepenuhnya benar, Tapi yang jelas seharusnya pemerintah harus memikirkan kembali jika hendak berhutang, dan jika kekurangan modal kerja maka pemerintah harus mencari jalan lain yang lebih aman.

George washington pernah menulis surat kepada James maddison: “Tidak ada generasi yang mempunyai hak untuk setuju dengan berhutang lebih dari apa yang boleh dibayar semasa hidup mereka, dengan mencuri kekayaan dari masa akan datang agar dapat kita belanjakan pada hari ini, kita telah memperhambakan diri kita dan generasi yang akan datang”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s