Pengukuran Polygon dan Luas


Membuat dan membaca Peta

Suatu kawasan dalam peta digambarkan dalam bentuk Polygon. Pada umumnya, kawasan-kawasan tersebut berbentuk tidak teratur, sehingga untuk menentukan luasan suatu kawasan tersebut diperlukan pendekatan-pendekatan tertentu. Cara yang yang paling umum dan mudah dilakukan adalah pengukuran dengan bantuan Grid, yaitu dengan bantuan kotak-kotak bujur sangkar. Untuk melaksanakan pengukuran ini bisa dilakukan dengan cara membuat kotak-kotak bujur sangkar pada lembaran peta atau dengan bantuan kertas milimeter blok transparan yang di overlay di atas peta tersebut.

Dari overlay tersebut kemudian di hitung bujur sangkar yang utuh di dalam areal polygon. Bujur sangkar yang tidak utuh apabila kurang dari setengah kotak diabaikan dan apabila lebih dari setengah kotak di hitung 1 kotak. Jumlah kotak yang diperolah misalkan N, maka luasan kawasan tersebut = N x 1 cm2 x penyebut skala. Disarankan menggunakan kertas milimeter transparan, karena didalamnye terdapat kotak-kotak berukuran 1 mm2, sehigga sangat membantu dalam memutuskan kotak yang tidak penuh untuk dihitung atau tidak, disamping memercepat proses perhitungan (tidak perlu menggaris).

Cara yang kedua adalah dengan bantuan Planimeter, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur luasan polygon yang tidak teratur pada bidang datar. Terdapat dua macam Planimeter, yaitu manual dan Digital. Pengukuran luas dengan Planimeter digital memungkinkan untuk dilakukan pilihan dalam beberapa satuan, seperti m2, Ha, dll

Ketinggian dan Kemiringan Lereng

Ketinggian pada peta pada umumnya direpresentasikan oleh titik tinggi dan kontur, sedangkan kemiringan lereng merupakan representasi dari perbedaan tinggi dan jarak antara dua titik. (1) Ketingginan (Altitude) Perubahan besar dalam komposisi jenis terjadi bersamaan dengan adanya peralihan dari habitat dataran rendah ke habitat pegunungan. Semakin tinggi letaknya, komposisi jenis dan struktur hutan berubah menjadi terbatas. Demikian juga halnya pengaruh perubahan terhadap suhu udara dimana setiap kenaikan 100 meter mengakibatkan penurunan suhu 1 derajat C. Demikian besarnya pengaruh ketinggian suatu kawasan, maka ketinggian merupakan salah satu parameter yang sangat penting untuk diketahui.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s