statistik postingan koefisien


Statistik postingan Cara sederhana menghitung koefisien Harga satuan pekerjaan

Sedikit review postingan saya yang  berjudul Cara sederhana menghitung koefisien Harga satuan pekerjaan, menurut statistik yang saya dapat dari account wordpress pada blog ini ternyata banyak respon, menurut statistik tercatat mengalami peingkatan dari tahun ke tahun, kalau dijumlah semenjak postingan ini di unggah sudah sekitar 21330 view.

tabel di bawah ini menunjukkan statistik yang meningkat dari tahun ke tahun.

statistik koefisien

Saya sendiri tidak menyangka dan diluar perkiraan saya, padahal banyak buku yang mengupas tuntas masalah koefisien harga satuan pekerjaan, mulai dari buku BOW, analisa satuan yang dibuat oleh Departemen PU, Jurnal dll.

Sepertinya memang perlu di tuliskan sebuah buku sederhana namun komprehensif lagi agar pemahaman tentang harga koefisien menjadi lebih jelas dan mudah di fahami oleh siapa saja yang membutuhkan, terutama sekali para Estimator atau QS.

Yang menjadi fokus utama dalam penentuan harga koefisien terutama pada harga satuan upah pekerja. karena untuk harga koefisien material atau bahan adalah harga mutlak yang tidak bisa dikurang-kurang atau di tambah lagi. dan itu sudah ada pada analisa harga satuan yang dibuat oleh beberapa instansi seperti PU, BSN dan Instansi lain yang mempunyai kepentingan dalam penentuan harga satuan untuk proyek-proyek.

Semakin tinggi tingkat inflasi membuat harga upah menjadi semakin penting dan diperhitungkan, apalagi sangat sukar untuk diprediksi karena banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga koefisien upah pekerja. Aspek-aspek tersebut di antarannya adalah :

  1. Produktifitas
  2. Skill / Keahlian pekerja

Akibat dari keadaan ini tentunya perusahaan akan mengambil kebijakan menaikkan harga barang dagangannya karena implikasi dari kenaikan biaya internal seperti kenaikan upah buruh, suku bunga dan juga mengharapkan laba yang tinggi. atau istilahnya adalah Cost push inflation.

Upah pekerja yang rendah tentunya akan berakibat pada produktifitas pekerja, sehingga perusahaan penyedia jasa tidak sanggup membayar upah pekerja yang mempunyai skill yang baik. Akhirnya mempekerjakan tenaga kerja yang rendah skillnya, akibatnya hasil pekerjaan tidak akan optimal.

Produktifitas dan keahlian pekerja juga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan daerah asal pekerja. maka yang terjadi adalah pilah-pilih dalam merekrut pekerja, contoh yang terjadi adalah rata-rata pekerja konstruksi hampir di kuasai oleh para pekerja dari Jawa khususnya untuk kelas pekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s