peta menggunakan gis


Dengan menggunakan Aplikasi GIS, memudahkan untuk mengelola suatu daerah hanya dengan  melihat pada layar peta.

indonesia by gis a

Peta Indonesia dengan data digital di dalamnya terdiri atas : Propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, sungai dan kota

kota indonesia

Peta Indonesia dengan data digital di dalamnya terdiri atas : Propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, sungai dan kota

 

demokrasi


Sejarah Demokrasi

Kata “demokrasi” pertama muncul pada mazhab politik dan filsafat Yunani kuno di negara-kota Athena. Dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Cleisthenes disebut sebagai “bapak demokrasi Athena.”

Demokrasi Athena berbentuk demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama: pemilihan acak warga biasa untuk mengisi jabatan administratif dan yudisial di pemerintahan,[9] dan majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena.[10] Semua warga negara yang memenuhi ketentuan boleh berbicara dan memberi suara di majelis, sehingga tercipta hukum di negara-kota tersebut. Akan tetapi, kewarganegaraan Athena tidak mencakup wanita, budak, orang asing (μέτοικοι metoikoi), non-pemilik tanah, dan pria di bawah usia 20 tahun.[butuh rujukan]

Dari sekitar 200.000 sampai 400.000 penduduk Athena, 30.000 sampai 60.000 di antaranya merupakan warga negara.[butuh rujukan] Pengecualian sebagian besar penduduk dari kewarganegaraan sangat berkaitan dengan pemahaman tentang kewarganegaraan pada masa itu. Nyaris sepanjang zaman kuno, manfaat kewarganegaraan selalu terikat dengan kewajiban ikut serta dalam perang.

Demokrasi Athena tidak hanya bersifat langsung dalam artian keputusan dibuat oleh majelis, tetapi juga sangat langsung dalam artian rakyat, melalui majelis, boule, dan pengadilan, mengendalikan seluruh proses politik dan sebagian besar warga negara terus terlibat dalam urusan publik. Meski hak-hak individu tidak dijamin oleh konstitusi Athena dalam arti modern (bangsa Yunani kuno tidak punya kata untuk menyebut “hak”, penduduk Athena menikmati kebebasan tidak dengan menentang pemerintah, tetapi dengan tinggal di sebuah kota yang tidak dikuasai kekuatan lain dan menahan diri untuk tidak tunduk pada perintah orang lain.

Continue reading “demokrasi”

geospasial


Mempopulerkan Geospasial Lewat Tulisan

Negeri ini tak akan pernah kehabisan putra putri terbaiknya. Dalam hal apapun, Indonesia selalu punya peluang untuk mewujudkan sebuah tim impian ataupun sekedar single player yang mampu bersaing di kancah dunia. Hal itu berlaku untuk yang yakin tentu saja, lupakan mereka yang bilang tanah air ini sudah tak punya harapan untuk bangkit.

Abaikan dahulu data dan fakta, kita saat ini berbicara tentang sebuah harapan. Bahwa mereka yang saat ini menggeluti dunia geospasial memang tidak sebanyak engineerengineer lain yang bertebaran di muka bumi nusantara. Tapi sekali lagi ini masalah harapan, bahwa dalam tahun-tahun mendatang geospasial akan menjadi salah satu cabang keilmuan yang paling diminati di Indonesia, sekaligus memperbesar peluang memajukan keilmuan dan industri ini dalam mewujudkan cita-cita penyelenggaran informasi geospasial yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cita-cita itu memang harus diwujudkan dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek. Layaknya sebuah informasi, perkembangan suatu bidang keilmuan juga bergantung kepada bagaimana ilmu tersebut digunakan sekaligus disebarkan. Untuk penggunaan, geospasial memang memiliki kemajuan yang sangat baik. Industri berkembang bahkan dari mereka yang masih menyandang status mahasiswa, teknologi terus muncul sebagai solusi untuk semua tantangan yang ada, dan kesadaran para penyelenggara pembangunan nasional akan kebutuhan informasi geospasial yang baik juga semakin meningkat.

Continue reading “geospasial”

Pengukuran Polygon dan Luas


Membuat dan membaca Peta

Suatu kawasan dalam peta digambarkan dalam bentuk Polygon. Pada umumnya, kawasan-kawasan tersebut berbentuk tidak teratur, sehingga untuk menentukan luasan suatu kawasan tersebut diperlukan pendekatan-pendekatan tertentu. Cara yang yang paling umum dan mudah dilakukan adalah pengukuran dengan bantuan Grid, yaitu dengan bantuan kotak-kotak bujur sangkar. Untuk melaksanakan pengukuran ini bisa dilakukan dengan cara membuat kotak-kotak bujur sangkar pada lembaran peta atau dengan bantuan kertas milimeter blok transparan yang di overlay di atas peta tersebut.

Dari overlay tersebut kemudian di hitung bujur sangkar yang utuh di dalam areal polygon. Bujur sangkar yang tidak utuh apabila kurang dari setengah kotak diabaikan dan apabila lebih dari setengah kotak di hitung 1 kotak. Jumlah kotak yang diperolah misalkan N, maka luasan kawasan tersebut = N x 1 cm2 x penyebut skala. Disarankan menggunakan kertas milimeter transparan, karena didalamnye terdapat kotak-kotak berukuran 1 mm2, sehigga sangat membantu dalam memutuskan kotak yang tidak penuh untuk dihitung atau tidak, disamping memercepat proses perhitungan (tidak perlu menggaris).

Cara yang kedua adalah dengan bantuan Planimeter, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur luasan polygon yang tidak teratur pada bidang datar. Terdapat dua macam Planimeter, yaitu manual dan Digital. Pengukuran luas dengan Planimeter digital memungkinkan untuk dilakukan pilihan dalam beberapa satuan, seperti m2, Ha, dll

Ketinggian dan Kemiringan Lereng

Ketinggian pada peta pada umumnya direpresentasikan oleh titik tinggi dan kontur, sedangkan kemiringan lereng merupakan representasi dari perbedaan tinggi dan jarak antara dua titik. (1) Ketingginan (Altitude) Perubahan besar dalam komposisi jenis terjadi bersamaan dengan adanya peralihan dari habitat dataran rendah ke habitat pegunungan. Semakin tinggi letaknya, komposisi jenis dan struktur hutan berubah menjadi terbatas. Demikian juga halnya pengaruh perubahan terhadap suhu udara dimana setiap kenaikan 100 meter mengakibatkan penurunan suhu 1 derajat C. Demikian besarnya pengaruh ketinggian suatu kawasan, maka ketinggian merupakan salah satu parameter yang sangat penting untuk diketahui.

 

System Informasi Geograpi


Apa itu GIS ?

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :

  • Data Spasial

Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.

  • Data Non Spasial (Atribut)

Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.

Continue reading “System Informasi Geograpi”

Quizz Agama 13


Apa yang dimaksud dengan al-hurriyyah dan syura serta jelaskan relevansi kedua konsep tersebut dengan demokrasi?

Al Hurriyyah yaitu kebebasan, mudah difahami bahwa setiap orang atau individu, rakyat memiliki hak kebebasan dalam berpendapat dan tindakannya secara bertanggung jawab.

Syura atau berarti musyawarah, pengambilan keputusan bersama dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai kemufakatan bersama.

Walaupun keduanya, Al hurriyyah dan Syura mempunyai relevansinya dengan Demokrasi, dalam konteksnya sebagai umat muslim tidak bisa lepas dari konsep Tauhid. keduanya harus berdasarkan dengan syariat Islam.

ada dua pendekatan yang bisa kita jadikan dalam kerangka berpikir dari Al hurriyyah dan Syura, sehingga umat muslim tidak terjebak dalam maksudnya faham demokrasi.

  1. Pendekatan secara umum, bahwa Islam dengan prinsip hurriyah dan As syura nya memberikan kebebasan kepada siapa saja orang/individu dalam menentukan pilihan atau pun cara dalam menerapkan maksud Al hurriyyah dan As syura berdasarkan keyakinan pribadi masing-masing. karena Islam memang tidak memaksakkan kehendak orang/manusia, manusia diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri seperti tergambar dalam:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S. Al Baqarah: 256)

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi or ang-orang yang beriman semuanya?” (Q.S. Yunus : 99)

  1. Pendekatan secara eksklusif, yang termasuk di dalamnya adalah kita selaku orang muslim yang memahami bahwa seorang muslim harus mengikuti kehendak Allah SWT dalam setiap gerak kehidupan, prinsip al hurriyyah dan syura harus difahami dengan konsep yang telah Allah dan Rosul berikan contohnya, tidak semaunya sendiri, harus berpedoman kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi.

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”, (QS. Al Furqaan [25]: 43)

“Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 1-2)[5]

Muru’ah

Prinsip muru’ah dalam Islam : Yang membedakan manusia dengan makhluknya lainnya, sesuai arti dari muru’ah yang di ambil dari kata benda yaitu mar’u yang berarti manusia.

Manusia mempunyai derajat yang tinggi di atas segala makhluk ciptaan Allah, prinsip ini dijadikan petunjuk untuk perbuatan atau akhlak dalam Islam.