Dasar–dasar statika dan sistem struktur


Dasar–dasar statika dan sistem struktur

Statika merupakan ilmu yang mempelajari semua benda yang tetap (statis).Dalam ilmu statika, dipelajari keseimbangan gaya di mana suatu konstruksi yang tetap diam walaupun pada konstruksi tersebut ada gaya-gaya yang bekerja. Oleh karena itu, ilmu statika disebut juga ilmu keseimbangan gaya. Ilmu statika, pada dasarnya merupakan pengembangan ilmu fisika yang menjelaskan kejadian alam sehari-hari yang berkaitan dengan gaya-gaya yang bekerja.

A. GAYA

Dalam statika, gaya dapat diartikan sebagi muatan atau beban yang bekerja pada suatu konstruksi.

  1. SPESIFIKASI GAYA

Ada 3 hal penting yang mendefinisikan gaya secara lengkap, yaitu :

a. Mempunyai harga (magnitude) / besaran

Besaran atau harga gaya diperoleh dengan membandingkannya dengan suatu standar tertentu.

b. Mempunyai titik tangkap/titik kerja

Titik tangkap sebuah gaya yang bekerja pada suatu benda adalah titik di mana gaya dapat dianggap terkonsentrasi.Titik tangkap dari sebuah gaya dapat dipindahkan sepanjang garis kerja gaya.

c. Mempunyai arah

Arah sebuah gaya adalah arah di sepanjang satu garis lurus yang melalui titik tangkap, di mana gaya cenderung menggerakkan benda ke arah gaya bekerja. Garis ini disebut garis kerja (line of action) gaya.

Gaya mempunyai arah ke kiri, ke kanan, ke atas, ke bawah dan lain-lain.Gaya adalah sebuah vektor yaitu besaran yang mempunyai arah.

2. TIPE DARI SISTEM GAYA

Gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda tidak hanya terdiri dari satu gaya, melainkan lebih dari satu gaya (sistem gaya) dengan susunan yang bermacam-macam :

a. Gaya-gaya kolinier adalah gaya-gaya yang garis kerjanya terletak pada sebuah garis lurus.

b. Gaya-gaya koplanar adalah gaya-gaya yang garis kerjanya terletak pada satu bidang.

c. Gaya-gaya ruang adalah gaya-gaya yang garis kerjanya terletak dalam suatu ruang.

d. Gaya-gaya konkuren adalah gaya-gaya yang garis kerjanya bertemu di satu titik.

3. RESULTAN GAYA

Apabila ada 2 buah gaya atau lebih bekerja pada sebuah benda maka dapat dilakukan penggabungan gaya-gaya, yang disebut dengan resultan gaya.

Resultan dilambangkan R

Setelah digabung menjadi R, memiliki besar dan arah  yang berbeda.

Keterangan :

P1 = Gaya 1

P2 = Gaya 2

R   = Resultan

4. MENYUSUN DAN MENGURAIKAN GAYA PADA BIDANG DATAR

Menyusun atau menjumlahkan gaya dimaksudkan untuk menentukan besaran, arah, dan letak titik tangkap dari resultan gaya.

Perjanjian tanda :

  • Arah gaya kekanan dan keatas bertanda positif (+)
  • Arah gaya kekiri dan kebawah bertanda negatif (-)
  1. Gaya konkuren koplanar

Perhatikan gambar kumpulan gaya berikut yang terletak pada bidang X – Y

a

Komponen gaya pada sumbu X dan Y,

K1x = K1 cos α     K2x = K2 cos β

K1x = K1 sin α     K2x = K2 sin β

Besar resultan gaya,

Pada sumbu X,  Rx = ΣKx = K1x – K2x = K1 cos α – K2 cos β
Pada sumbu Y, Ry = ΣKy = K1y – K2y = K1 sin α – K2 sin β
Maka resultan gaya, R = √Rx^2 + Ry^2, resultan ini bekerja melalui titik O

Arah resultan gaya, tan y =Ry/Rx

 

 

Ilmu Ukur Tanah


Ilmu ukur tanah merupakan bagian rendah dari ilmu yang lebih luas yang dinamakan Geodesi.

Fungsi ilmu geodesi dalam perpetaan:

  • Fungsi ilmiah, menentukan bentuk permukaan bumi
  • Fungsi praktis, membuat refleksi yang dinamakan peta dari sebagian besar atau sebagian kecil permukaan bumi

Berikut ini adalah gambaran bentuk bumi yang harus disajikan peta

rupa bumi a

 

Pengukuran dan pemetaan pada dasarnya dapat di bagi menjadi beberapa bagian antara lain:

  • Geodetic surveying, suatu pengukurn untuk menggambarkan permukaan bumi pada suatu bidang yang melengkung/ellipsoida/berbentuk bola
  • Plane surveying, suatu pengukuran tanpa mempertimbangkan bentuk bumi, bumi dianggap sebagai suatu daerah bidang datar horisontal, biasanya untuk pengukuran untuk wilayah yang tidak terlalu luas (<=55 km2)
  • Photogrammetic surveying, Pengukuran dengan memanfaatkan pemetaan dari foto udara, foto teristris (darat) penginderaan jauh dan interprestasi foto
  • Radargrammetric surveying, Pengukuran dengan menggunakan radar (penginterprestasian peta berdasarkan panjang gelombang dan sensor)
  • Topographic surveying, Survey topografi adalah suatu metode untuk menentukan posisi tanda-tanda (features) buatan manusia maupun alamiah di atas permukaan tanah

Pekerjaan ilmu ukur tanah secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu:

  • Pengukuran kerangka dasar vertikal (KDV), pengukuran tegak guna mendapatkan hubungan tegak antar titik2 yang di ukur
  • Pengukuran kerangka dasar horisontal (KDH), pengukuran yang mendatar untuk mendapatkan hubungan titik2 yang diukur diatas permukaan bumi
  • Pengukuran titik2 detail, dalam perecanaan bangunan sipil misalnya, perencanaan jalan raya, jalan kereta api, bendung dsbnya.

Untuk meminahkan titik2 yang ada pada peta perencanaan suatu bangunan sipil ke  lapangan dalam pelaksanaannya dibuat pematokan/staking out

PETA

Peta adalah suatu gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan pada bidang datar, ketentuan pada bidang datar adalah :

  1. Bidang datar, bila daerah berukuran mak. 30 km x 30 km
  2. bidang bulatan, untuk daerah mak, 100 km x 100 km
  3. Bidang ellipsoid, bila daerah mempunyai luasan lebih besar dari 100 km x 100 km

Syarat2 peta dasar, yaitu

  • Peta harus conform, artinya bentuk daerah, pulau, benua yang digambar pada pea harus sama bentuknya dengan kenyataan
  • Peta harus ekuivalen, artinya daerha yang digambar sama luasnya jika dilakukan dengan skala peta
  • Peta ekuidistan, artinya jarak2 yang digambar dipeta harus tepat perbandingannya dengan jarak sesungguhnya
  • Peta harus rapi dan bersih
  • Peta tidak boleh membingungkan
  • Peta harus mudah difahami
  • Peta harus ada indeks, daftar isi, keterangan

Fungsi peta

  1. Menyeleksi data
  2. Memperlihatkan ukuran
  3. Menunjukkan lokasi relatif
  4. Memperlihatkan bentuk

Macam-macam peta, berdasarkan isi peta:

  • Peta Hidrografi
  • Peta Geologi
  • Peta Kadaster
  • Peta Irigasi
  • Peta Jalan
  • Peta kota
  • Peta relief
  • Peta teknis
  • Peta topografi

Salah satu contoh plot atau penggambaran hasil pengamatan dalam bentuk peta:

plot peta

Peralatan dasar pada pengukuran

Alat ukur tanah

A. Alat ukur sederhana

  1. Rol meter (measuring tape)
  2. Kompas
  3. Alidade

B. Alat ukur sipat datar

  1. Waterpass
  2. Alat ukur sudut Theodolite
  3. dll

tes isi quiz matematika di forum


Kawan-kawan ini lah yang saya tulis pada forum  fungsi 3, nanti yang di bawahnya adalah visualnya, perhatikan baik-baik ya. he… he… he…

Bu Tugas yang lalu saya nyicil boleh ya? nulis rumusnya berat sekali

saya reply 4 kali terima kasih sebelumnya.
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?f(x)=\frac{4x+2}{x-6},x\epsilon&amp;space;R,&amp;space;x\neq&amp;space;4″ title=”f(x)=\frac{4x+2}{x-6},x\epsilon R, x\neq 4″>

<br><br><b>Tentukan:

</b><br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?f^{-1}(x)” title=”f^{-1}(x)” &gt;=”” <br=””><br><br><b>CARA 1</b><br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?f(x)=\frac{4x+2}{x-6}” title=”f(x)=\frac{4x+2}{x-6}”>

<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?y(x-6)=4x+2&#8243; title=”y(x-6)=4x+2″>
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?yx-6y=4x+2&#8243; title=”yx-6y=4x+2″>
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?yx-4x=6y+2&#8243; title=”yx-4x=6y+2″>
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?x(y-4)=\frac{6y+2}{y-4}” title=”x(y-4)=\frac{6y+2}{y-4}”>
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}” title=”f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}”>

<br><br><b>CARA 2
</b><br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?F(X)=\frac{ax+b}{cx+d}\rightarrow&amp;space;f^-1(x)=\frac{-dx+b}{cx-a}” title=”F(X)=\frac{ax+b}{cx+d}\rightarrow&amp;space;f^-1(x)=\frac{-dx+b}{cx-a}”>
<br><br><img src=”http://latex.codecogs.com/gif.latex?f(x)=\frac{4x+2}{x-6}\rightarrow&amp;space;f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}” title=”(x)=\frac{4x+2}{x-6}\rightarrow&amp;space;f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}”><br><br>Terima kasih<br>

Bu Tugas yang lalu saya nyicil boleh ya? nulis rumusnya berat sekali

saya reply 4 kali terima kasih sebelumnya.

Yang bawah ini adalah Visualnya,  kalau tidak terlihat berarti saya harus ubah ke bahasa nya wordpress atau lihat saja hasilnya di forum fungsi 3 yag saya sudah buat.
CARA 1
f(x)=\frac{4x+2}{x-6},x\epsilon
y(x-6)=4x+2
f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}
CARA 2
F(X)=\frac{ax+b}{cx+d}\rightarrow f^-1(x)=\frac{-dx+b}{cx-a}
f(x)=\frac{4x+2}{x-6}\rightarrow f^-1(x)=\frac{6x+2}{x-4}

Terima kasih

Selamat bersenang-senang dengan matematika dan bahasa pemograman

konstruksi jalan


KONSTRUKSI JALAN

KONSTRUKSI JALAN

Ada 2 Jenis dalam pekerjaan jalan:

1. Rigid Pavement (Beton bertulang atau beton tanpa tulangan)

2. Flexible Pavement (Jalan aspal)

Gambar di atas adalah jenis pengerjaan dengan system Rigid pavement dengan tulangan.

Jasa Perencanaan Mekanikal dan Elektrikal


Menerima Desain perencanaan ME (Mekanikal dan Elektrikal)

 

  1. Kriteria Desain
  2. DED
  3. Laporan Perencanaan
  4. RAB

Untuk Keterangan lebih lanjut langsung hibungi kami di:

Handoko Aji (085714675711) WA atau Message

email : handokoaji@gmail.com

 

Terima kasih