Depok 10 Km


Pada tanggal 30 Oktober 2016, dalam rangka Hari Sumpah Pemuda Lomba lari Depok 10 Km, resmi di gelar. Ribuan peserta hadir dalam acara tersebut yang terbagi menjadi 3 kategori: Nasional, Umum dan Pelajar.

Dari sekian banyak peserta saya turut andil dalam acara tersebut dalam kategori umum. Bukan ingin ngejar juara hanya sekadar uji fisik dan kesenangan saja. Walau umur sudah tidak muda lagi dan memang jarang berlari dan baru beberapa bulan intens melakukannya setiap pagi dan itupun hanya seputaran blok sekitar 3 s/d 4 Km, dengan tak kurang hanya 30 menit. Saya tidak berani melakukan lebih karena harus bekerja takut lelah nantinya.

Alhamdulillah latihan yang di lakukan beberapa bulan lalu ternyata membuat fisik saya kuat sehingga dapat menyelesaikan finish dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.

10k-depok

foto by: Radar Depok

Beberapa dari mereka umurnya lebih tua dari pada saya, dan mereka melakukannya memang dari muda, terlihat wajah mereka lebih awet muda dan sehat.

Mari jadikan Depok khususnya dan Indonesia umumnya Sehat dengan Lari.

Handoko Aji

 

Rumah Sakit


Pekerjaan M/E pada Rumah Sakit terbilang pekerjaan yang paling komplek karena begitu banyak item pekerjaan. Tapi ini merupakan berkah tersendiri dan pengalaman yang menyeluruh terhadap keseluruhan pada MEEP (Mekanikal Elektrikal Elektronik Plumbing).

Sekarang saya sedang mengerjakan proyek perencanaan Rumah Sakit untuk PONEK (3 Lantai) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong.

Pekerjaan perencanaan MEEP pada RSUD kali ini adalah :

Mekanikal :

  1. Tata Udara
  2. Ventilasi Mekanik
  3. Elevator
  4. Exhaust Fan

Elektrikal :

  1. Listrik
  2. UPS (Uniteruptable Power Supply)
  3. Penangkal Petir
  4. Grounding
  5. Rack Kabel

Elektronik :

  1. Telephone
  2. Fire Alarm
  3. Tata Suara
  4. MATV
  5. CCTV
  6. Nurse Call
  7. LAN, Data dan Wifi
  8. Grounding
  9. Rack Kabel

Plumbing :

  1. Air Bersih dan Air Panas
  2. Air Kotor, Air Bekas, dan Vent
  3. Gas Medik (O2, Vakum dan Compressor)
  4. Air Hujan (WTP)
  5. IPAL (instalasi Pengolahan Air Limbah )
  6. Pemadam Kebakaran

Tambahan lainnya:

  1. Pendant
  2. Pneumatic Tube

 

pasar musi


media kertas di atas kertas lokal ukuran 42 x 27

Ide awalnya ketika saya di ajak isteri ke pasar tradisional, pukul menunjukkan jam 05.00 pagi. Kenapa harus sepagi ini ke pasar “pikirku, rupanya kalau mau beli telur harus pagi2 sekali karena jika kesiangan telur pasti sudah habis.

statistik postingan koefisien


Statistik postingan Cara sederhana menghitung koefisien Harga satuan pekerjaan

Sedikit review postingan saya yang  berjudul Cara sederhana menghitung koefisien Harga satuan pekerjaan, menurut statistik yang saya dapat dari account wordpress pada blog ini ternyata banyak respon, menurut statistik tercatat mengalami peingkatan dari tahun ke tahun, kalau dijumlah semenjak postingan ini di unggah sudah sekitar 21330 view.

tabel di bawah ini menunjukkan statistik yang meningkat dari tahun ke tahun.

statistik koefisien

Saya sendiri tidak menyangka dan diluar perkiraan saya, padahal banyak buku yang mengupas tuntas masalah koefisien harga satuan pekerjaan, mulai dari buku BOW, analisa satuan yang dibuat oleh Departemen PU, Jurnal dll.

Sepertinya memang perlu di tuliskan sebuah buku sederhana namun komprehensif lagi agar pemahaman tentang harga koefisien menjadi lebih jelas dan mudah di fahami oleh siapa saja yang membutuhkan, terutama sekali para Estimator atau QS.

Lanjutkan membaca “statistik postingan koefisien”

proses produksi


Proses produksi

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).

Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.

Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

Jenis-jenis proses produksi

Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002). Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermettent processes).

Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).

Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti: (1) volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut (Yamit, 2002):

Continue reading

perpindahan panas konduksi


KONDUKSI

Laju perpindahan panas konduksi melalui suatu lapisan material  dengan ketebalan tetap adalah berbanding lurus dengan beda suhu di pangkal dan ujung lapisan tersebut, berbandung lurus dengan luas permukaan tegak lurus arah perpindahan panas dan berbanding terbalik dengan ketebalan lapisan.  Ini dinyatakan dengan:

1

dimana k adalah koefisien perpindahan panas konduksi atau konduktivitas panas (thermal conductivity) dari material tersebut.

Persamaan ini dikenal dengan hukum Fourier untuk laju perpindahan panas konduksi.

Untuk tebal lapisan mendekati 0, persamaan diatas dapat ditulis kembali menjadi:

2

Panas dikonduksikan dari tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya rendah. Sebagai akibatnya gradien suhu (dT/dx) kearah x positif  menjadi negatif. Dengan adanya tanda negatif  pada persamaan diatas akan menyebabkan nilai laju perpindahan panas dari suhu tinggi ke suhu rendah ini akan menjadi positif.

Sebagai contoh, bila suhu bervariasi secara linear pada suatu benda dengan ketebalan L, dimana suhu T1 > T2, maka akan terjadi perpindahan panas dari permukaan dengan suhuT1 ke arah permukaan dengan suhu T2.

Gradien suhu menjadi :

Continue Reading

perpindahan panas konveksi


Bila ada fluida yang bergerak terhadap suatu permukaan, dan kedua suhunya tidak sama, maka akan terjadi mekanisme perpindahan panas secara konveksi. Semakin cepat gerakan fluida tersebut, maka semakin besar laju perpindahan panas konveksinya. Bila fluida tidak bergerak, maka mekanisme perpindahan panas akan menjadi mekanisme perpindahan konduksi kembali.

Karena konveksi terjadi akibat adanya gerakan fluida, maka dikenal istilah konveksi alami dan konveksi paksa. Konveksi alami (konveksi bebas) terjadi karena fluida bergerak secara alamiah dimana pergerakan fluida tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan massa jenis fluida akibat adanya variasi suhu pada fluida tersebut. Logikanya, kalau suhu fluida tinggi, tentunya dia akan menjadi lebih ringan dan mulai bergerak keatas.

Sementara konveksi paksa trjadi karena bergeraknya fluida bukan karena faktor alamiah. Fluida bergerak karena adanya alat yang digunakan untuk menggerakkan fluida tersebut, seperti kipas, pompa, blower dan sebagainya.

Laju perpindahan panas konveksi dirumuskan melalui hukum pendinginan Newton (Newton’s Law of Cooling) yang dinyatakan dengan:

Continue reading

perpindahan panas radiasi


Perpindahan panas secara radiasi terjadi tanpa adanya media yang menghubungkan antara pengirim radiasi (benda panas) ke penerima radiasi (benda tidak panas). Sebenarnya, semua benda yang suhunya di atas 0 K akan melepaskan panasnya secara radiasi ke benda di sekelilingnya, tinggal tergantung, benda mana yang paling panas, itulah yang akan menjadi pemberi radiasi panas, sementara yang lebih dingin akan menjadi penerima.

Karena semua benda diatas suhu o K meradiasikan panas, maka basis untuk melakukan penghitungan perpindahan panas secara radiasi adalah menggunakan suhu mutlak ( Kelvin).

Besarnya panas yang diradiasikan oleh suatu benda dirumuskan melalui hukum Stefan-Boltzmann.

Continue reading

Pengantar


Pengantar Perpindahan Panas

Dalam terminologi keteknikan, panas (heat) dimaksudkan sebagai salah satu bentuk energi. Ini tentunya berbeda dengan terminologi secara umum, yakni panas adalah sesuatu yang suhunya diatas suhu normal, sebagai contoh pada kalimat “badannya panas”, “airnya panas” dll.

Misalkan, bila dua benda saling bersentuhan, benda pertama suhunya( -5°C)  dan benda kedua suhunya (-30°C). Bila kita menggunakan terminologi umum, maka antara keduanya tidak akan terjadi perpindahan panas karena kedua benda tersebut berada dalam keadaan dingin!. Tetapi karena kita menggunakan terminologi keteknikan, maka sudah pasti akan terjadi perpindahan panas dari benda pertama ke benda kedua. Mengapa ?, karena kedua benda tersebut suhunya berbeda, maka pasti akan terjadi perpindahan panas.

Materi perpindahan panas secara mendalam diajarkan di mata kuliah Perpindahan Panas. Dalam bahasan ini hanya akan membicarakan secara ringkas tentang berbagai mode perpindahan panas yang ada.

Continue Reading